RESPIRASI PADA KELINCI seperti pilihan yang bagus buat kalian yang pengen mencari solusi kabar memungut. Beberapa kabar lainnya bisa kalian dapatkan disini sambil baik.
Seluruh mahluk hidup di dunia ini pasti memerlukan udara ataupun melakukan proses pernafasan ataupun Suka disebut yang dengannya proses respiasi. Respirasi merupakan proses pertukaran zat, metabolisme serta gas asam ataupun oksigen yng diambil dari udara oleh paru-paru serta sesudah mengalami proses biokimiawi di internal jaringan tubuh dibebaskan kembali ke jagat bebas internal bentuk gas kabon dioksida. Respirasi dibagi seperti dua, yakni inspirasi serta ekspirasi. Inspirasi penyebabnya yaitu lantaran membesarnya cavum thorac yang dengannya diangkatnya costae oleh otot-otot serta diturunkannya diafraghma. Sedangkan ekspirasi terlaksana lantaran mengecilnya kembali cavum thorac oleh lantaran turunya kembali costae lantaran beratnya, kekenyalan cartilago costalisnya, serta beratnya otot-otot yng menggantung. Dari respirasi dipakai distribusi atau bisa juga dikatakan distribusi mengetahiu kecepatan espirasi jarak hewan yng satu yang dengannya hewan yng lain. Proses jalanya udara terdiri buat nostril, cavum nasi, pharynx, larynx, trachea, bronchus, broncheolus, alveolus. Yang dengannya adanya apparatus respiratorius maka udara diluar tubuh bisa mencapai alveoli. Membran tipis yng terdiri dari dinding alveoli serta dinding kapiler darah Amat memungkinkan distribusi atau bisa juga dikatakan distribusi terlaksana pelintasan oksigen ke darah serta karbondioksida ke udara alveolar.peristiwa ini Suka disebut yang dengannya respirasi externa. Sedangkan respirasi interna oksigen darah diberikan kepada jaringan distribusi atau bisa juga dikatakan distribusi oksidasi seluler, serta karbondioksida menjdai hasil nya diberikan kepada darah. Reaksi awal ternak distribusi atau bisa juga dikatakan distribusi mengatasi cekaman panas merupakan yang dengannya cara mempertinggi frekuensi pernafasannya agar keunggulan panas internal tubuh bisa terbuang. Mekanisme pengaturan panas pada unggas di daerah bertemperatur tinggi bisa diwujudkan yang dengannya adanya painting (peningkatan kecepatan frekuensi pernafasan terengah-engah. A. TINJAUAN PUSTAKA Respirasi merupakan proses oksidasi dari yang diproduksi digesti internal sel distribusi atau bisa juga dikatakan distribusi melepaskan energi yng diharapkan internal banyak sekali acara organisme hidup. Proses yang telah di sebutkan mencakup suatu rantai reaksi yng majemuk serta menyangkut banyak sekali tahapan serta dibantu oleh banyak sekali enzim.Tahapan pertama bersifat anaerobic, tanpa oksigen bebas serta tahapan akhir oksigen bebas (Brotowidjoyo, 1994). Saluran pernafasan terdiri dari sejumlah organ secara berurutan sesuai yang dengannya masuknya udara dari luar jarak rongga hidung, kerongkongan, pita bunyi (larynx), batang tenggorokan (trakea), bronkis (pipa saluran serta paru). Paru terdiri kagak segelintir kantong/rongga udara yng kecil. Bila hewan menelan makanan, maka sepotong tulang rawan yng disebut epiglotis secara otomatis bakal menutup jalan masuk ke pita bunyi serta tenggorokan menjadikan makanan serta tirta bisa langsung melewati esophagus memasuki rumen (Akoso, 1996).
RESPIRASI PADA KELINCI
www.theguardian.com
B. ALAT, BAHAN, serta CARA KERJA 1. Alat a. Kapas b. Stopwatch 2. Bahan a. Kelinci Plamerose 1 ekor umur 3 bulan b. Kelinci New Zealand 1 ekor umur 6 bulan c. Kelinci Rex 1 ekor umur 9 bulan d. Kelinci Lion 1 ekor umur 9 bulan e. Kelinci Spoot 1 ekor umur 10 bulan 3. Cara Kerja a. Mendekatkan kapas pada lubang luar instrumen pernafasan dari hewan percobaan, menjadikan kapas terlihat bergerak oleh adanya hembusan nafas hewan yang telah di sebutkan. b. Menghitung banyaknya pernafasan selama satu menit. c. Mengulangi sebanyk lima kali yang dengannya kelinci yng bertipe berbeda serta hasil nya dirata-rata.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Pengamatan Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Respirasi Hewan Percobaan
No. Tipe Kelinci Respirasi / menit
1 Plamerose 73
2 New Zealand 61
3 Rex 84
4 Lion 84
5 Spoot 95
Rata-rata
79,4
Sumber : Laporan uji pada kelinci 2. Analisis Hasil Pengamatan Pada hasil percobaan terlihat bahwasanya frekuensi respirasi pada kelinci rata-rata 79,4 tiap menit. Dari hasil yang telah di sebutkan bisa dikatakan bahwasanya frekuensi pernafasan dari masing–masing tipe kelinci masih terdapat penyimpangan, seharusnya frekuensi respirasi pada kelinci normalnya berkisar 50-60 tiap menit. Penyimpangan terlaksana pada uji respirasi pada kelinci lantaran adanya faktor dari internal tubuh hewan yang telah di sebutkan yng memberi pengaruh respirasi yakni pengaruh suhu badan serta pun faktor umur memberi pengaruh respirasi. Perbedaan frekuensi pernafasan hasil percobaan yang dengannya respirasi normal ini bisa penyebabnya yaitu dipengaruhi sejumlah faktor, yakni tingkat emosi/tingkat stressing hewan, themperatur, ketakutan, serta ukuran tubuh hewan. Selain itu perubahan frekuensi pernafasan terlaksana lantaran kagak segelintir hal yng mempengaruhinya, misalnya kebutuhan energi pada hewan mamalia. Makin kecil ukuran tubuh hewan maka makin kecil cavum thoraks serta tractus respiratorius menjadikan respirasi berjalan yang dengannya cepat. Hal ini sesuai yang dengannya pendapat Akoso (1996) dimana respirasi pada hewan tipe besar kian kagak banyak dari respirasi hewan tipe kecil. Faktor lain yng pun bisa memberi pengaruh respirasi merupakan lantaran adanya pengaruh suhu lingkungan dimana bila suhu lingkungan tinggi hewan bakal menaikan/mempertinggi frekuensi pernafasannya agar keunggulan panas internal tubuh bisa terbuang.
D. KESIMPULAN 1. Respirasi merupakan proses pertukaran zat, metabolisme, serta oksigen yng diambil dari udara oleh paru-paru serta sesudah mengalami proses biokimiawi di internal jaringan tubuh, dibebaskan lagi ke jagat bebas internal bentuk gas karbondioksida. 2. Makin tinggi energi yng dibutuhkan maka makin cepat frekuensi pernafasnnya. 3. Faktor yng bisa memberi pengaruh frekuensi pernafasan merupakan suhu, hormonal, stress, ketakutan atau tingkat energi yng dibutuhkan. 4. Frekuensi rata-rata pada hewan percobaan dari yng tertinggi ke yng terendah dimulai dari Spoot 95,Rex 84, Lion 84, PlameRose 73, New Zealand 61. 5. Frekuensi respirasi normal pada sejumlah hewan per menit merupakan pada kelinci merupakan 50-60 tiap menit (Akoso, 1991). 6. Makin kecil ukuran tubuh hewan maka makin kecil cavum thorac serta tractus respiratorius menjadikan respirasi berjalan cepat.
DAFTAR PUSTAKA Akoso, B .T. 1991 . Manual Kebugaran atau kesehatan Unggas . kanisius . Yogyakarta. Brotowidjoyo. 1994 . Kebugaran atau kesehatan Sapi . kanisius . Yogyakarta.